Bekal Setelah Kematian

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ Apabila manusia mati, semua amalnya terputus kecuali 3 amal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakan orang tuanya. (HR. Nasai 3666, Turmudzi 1432 dan dishahihkan al-Albani). Dan kematian tidaklah memandang seseorang itu harus tua. Tidak jarang kita melihat umurnya masih muda belia namun sudah duluan dipanggil oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Kematian adalah gerbang menuju kampung akhirat. Sudahkah kita berbekal untuk menuju ke kampung akhirat? Mari simak penjelasannya yang disampaikan oleh Ustadz Rizal Yuliar Putrananda Lc.

 

Bali Mengaji adalah majelis taklim yang berusaha menyebarkan dakwah Ahlusunnah wal Jama’ah ke kaum muslimin khususnya di daerah Bali. Motto kami adalah “Menyebarkan Islam Sebagai Rahmat untuk Semesta”